Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Minahasa Gelar P2P 2026, Rangkul Generasi Muda Kawal Pemilu 2029 Bermartabat

Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Erwin F. Sumampouw bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Minahasa, Lord Arthur Ch. E. Malonda serta Anggota Bawaslu Minahasa Donny R. Lumingas dan Arthur I. Karinda memberikan materi dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Kabupaten Minahasa, Senin (25/5/2026)

Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Erwin F. Sumampouw bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Minahasa, Lord Arthur Ch. E. Malonda serta Anggota Bawaslu Minahasa Donny R. Lumingas dan Arthur I. Karinda memberikan materi dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Kabupaten Minahasa, Senin (25/5/2026)

MINAHASA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa sukses menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 pada Senin (25/5). Mengusung tema besar "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", acara ini ditujukan untuk mempersiapkan pengawasan jalannya pesta demokrasi sejak dini. Kegiatan strategis yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa ini menjadi wujud nyata komitmen Bawaslu dalam merangkul berbagai elemen masyarakat agar turut andil dalam menjaga muruah dan integritas proses pemilihan umum di masa mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Minahasa, Lord Arthur Malonda, menekankan pentingnya membangun kembali semangat partisipasi masyarakat dalam iklim demokrasi, khususnya melalui peran aktif generasi muda. Ia menilai bahwa kontribusi kaum milenial dan gen Z saat ini sangat krusial dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Lord Arthur dengan tegas menyatakan bahwa tugas menjaga kualitas demokrasi bukanlah beban yang harus dipikul oleh penyelenggara pemilu semata, melainkan sangat membutuhkan kesadaran, sinergi, serta keterlibatan langsung dari generasi muda.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi SDM Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Erwin Sumampow, yang turut hadir membuka kegiatan ini, memberikan pandangannya mengenai tantangan pengawasan di masa kini. Menurut Erwin, para peserta yang kelak menjadi lulusan program P2P ini akan mengemban tugas penting sebagai agen-agen demokrasi. Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran agen pengawas partisipatif memiliki peran yang sangat strategis, terutama dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan demokrasi di tengah derasnya arus informasi pada era digital saat ini.

Antusiasme yang tinggi terlihat dari keragaman peserta yang memadati jalannya kegiatan ini. Program P2P ini diikuti oleh perwakilan pelajar dari SMA Negeri 1 Tondano, SMA Negeri 3 Tondano, SMK Negeri 1 Tondano, dan SMK Negeri Tondano, serta elemen mahasiswa dari Universitas Negeri Manado (UNIMA). Tak hanya itu, acara ini juga melibatkan lulusan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dan perwakilan dari Organisasi Adat Minahasa. Untuk membekali para peserta, Bawaslu Minahasa menghadirkan jajaran narasumber kompeten dari internal mereka, yakni Lord Arthur Malonda (Koordinator Divisi SDM), Donny R. Lumingas (Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa), serta Arthur I. Karinda (Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat).

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Minahasa